Friday, December 21, 2012

Tanda Bahaya Pada Kehamilan, Persalinan dan Nifas


 

 TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN, PERSALINAN DAN NIFAS


Banyak kemajuan di bidang sains dan teknologi yang sangat membantu menentukan deteksi dini adanya penyulit dalam kehamilan dan  proses persalinan. Berkaitan dengan hal itu, para petugas kesehatan juga terus menerus berupaya menyebarluaskan beberapa informasi kesehatan yang berkaitan langsung dengan upaya penurunan angka kematian ibu di Indonesia baik ibu hamil maupun ibu bersalin. 


Ibu harus waspada dan segera datang ke Rumah Sakit apabila terdapat tanda-tanda sebagai berikut :

1. Ibu muntah terus menerus dan tak bisa makan sama sekali


Pada kehamilan, ada perubahan hormon tubuh yang berguna untuk mempertahankan  pertumbuhan dan menjaga kehamilan. Namun pada beberapa ibu hamil hal ini dapat mengakibatkan muntah berlebihan bahkan hingga kesadaaran menurun akibat kekurangan cairan dan zat makanan. Keadaan ini sangat membahayakan kondisi ibu dan janin dalam kandungan

2. Berat Badan Ibu Hamil Tidak Naik
Selama kehamilan diharapkan ibu hamil mengalami penambahan berat badan, sedikitnya 10 kg sampai bayi lahir, ini menandakan adanya pertumbuhan janin. Apabila berat badan ibu tidak  naik dikhawatirkan ibu yang kurang gizi dan pertumbuhan bayi yang terhambat.

3. Ibu hamil mengalami perdarahan atau mengeluarkan bercak darah terus menerus dari jalan lahir.
Pada masa hamil muda, keadaan ini dapat menimbulkan bahaya keguguran pada janin dalam kandungan. Pada usia kehamilan yang lanjut mendekati cukup bulan, bila tiba tiba mengalami keluar  darah merah segar maupun gumpal kehitaman dari jalan lahir kemungkinan besar berasal dari ari-ari atau plasenta yang terlepas sebagian sebelum bayi lahir. Pada kondisi ini  sebaiknya  ibu hamil segera di bawa ke tempat pelayanan kesehatan.


4. Bengkak di tangan, kaki dan wajah.
Memasuki masa kehamilan beberapa perubahan tubuh pada ibu hamil antara lain adalah kenaikan berat badan  dan sedikit pembengkakan pada bagian tubuh seperti tangan, kaki dan wajah. Namun waspada bila terjadi pembengkakan pada bagian tubuh tersebut dan diikuti dengan nyeri tengkuk, nyeri ulu hati dan pusing kepala bahkan kejang - kejang mendadak  dan disertai pertambahan berat badan  berlebihan selama hamil  juga perlu diwaspadai.Semua tanda tersebut mengarah pada keadaan keracunan kehamilan atau disebut dengan preeklampsia dan eklampsia bila kejang.


5.  Keluar air ketuban
Bagi ibu hamil dalam usia kehamilan berapapun bila mengalami ada cairan keluar dari jalan lahir, baik itu merembes maupun mengalir, segera menuju ke tempat pelayanan kesehatan untuk memastikan apakah ibu mengalami pecah ketuban. Jangan lupa perhatikan warna air ketuban atau perembesan air ketuban. Beritahukan pada bidan saat memeriksa misalnya banyaknya air ketuban hingga membasahi sprei atau berapa kali ganti pembalut, warna dan baunya.


6. Gerakan bayi berkurang atau tidak bergerak sama-sekali.
Bagi ibu hamil penting memantau gerak bayi dalam kandungan. Pada kehamilan yang masih muda memang belum dapat dirasakan. Pada umumnya, memasuki kehamilan lima bulan, ibu hamil semakin sering meraskan gerakan gerakan janin dalam kandungan. Bila dalam keadaan terjaga, diharapkan seorang ibu hamil bisa merasakan gerakan janin  kurang lebih sepuluh kali dalam 12 jam. Bila ibu tidak merasakan gerakan janin sebaiknya segera menuju ke tempat pelayanan kesehatan agar tidak terlambat dan terjadi kematian janin dalam kandungan.


7. Kurang darah (Anemia)

Ditandai dengan lemah, lesu,letih, lunglai dan sering sakit. Anemia atau kurang darah merupakan penyebab utama kematian ibu. Selama hamil ibu wajib mengkonsumsi tablet penambah darah 90 tablet, dan diminum tiap hari 1x. Pada saat hamil ibu di anjurkan untuk tes hemoglobin untuk mengetahui ibu kurang darah atau tidak.

8. Demam tinggi
Ibu hamil dalam usia kehamilan berapapun bila mengalami panas  atau demam tinggi perlu segera dibawa kepada tenaga kesehatan atau pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan. Keterlambatan penanganan dapat menimbulkan bahaya bagi ibu akibat infeksi. Selain itu, bayi berpotensi mengalami keguguran dan terlahir prematur bahkan kematian bayi dalam kandungan.



9. Penyakit yang berpengaruh pada kehamilan


Sebelum hamil, ibu yang mempunyai penyakit jantung harus mempersiapkan diri dengan memeriksakan diri tentang jantungnya. Penyakit-penyakit yang berpengaruh terhadap janinnya yaitu TBC, PMS, jantung,asma, dll.

No comments:

Post a Comment